Aspek Legal dalam Penggunaan Payment Gateway di Indonesia

Aspek legal dalam penggunaan payment gateway merupakan hal yang sangat penting agar prosedurnya bisa berjalan lancar dan aman. Karena transaksi digital di Indonesia semakin berkembang, banyak pelaku bisnis yang mempertimbangkan penyediaan pembayaran online. Dengan kata lain, metode pembayaran yang tersedia lebih beragam.

Untuk kebutuhan tersebut, banyak pebisnis yang memanfaatkan layanan payment gateway. Kali ini kita akan membahas lebih mendalam aspek legal pada layanan gateway pembayaran tersebut.

Mengapa Harus Memilih Payment Gateway yang Legal?

Dalam mengikuti transaksi digital yang semakin berkembang, pebisnis perlu bisa beradaptasi dengan lingkup transaksi tersebut. Pemilik bisnis perlu mempertimbangkan legalitas dari suatu payment gateway. Tanpa memperhatikan aspek tersebut, maka bisa saja pebisnis mendapatkan kerugian bahkan pelanggaran hukum.

Pada dasarnya sistem payment gateway itu sendiri mampu menyediakan cara kerja efisien. Merchant atau pebisnis bisa lebih praktis dalam menjalankan operasional bisnis mereka terutama dalam bidang pembayaran. Tapi akan percuma penggunaan layanan payment gateway jika melalui jasa yang tidak legal.

Legalitas pada layanan gateway tidak lepas dari izin ke pihak yang berwewenang memberikan izin layanan keuangan. Gateway yang resmi atau punya legalitas berarti menandakan platform tersebut bisa diandalkan dari berbagai aspek. Aspek legal dalam penggunaan payment gateway menandakan bahwa gateway tersebut memiliki sistem yang aman.

Memilih Payment Gateway yang Punya Izin BI

Setiap penyedia layanan keuangan harus memiliki izin resmi dari BI agar bisa secara legal memberikan service mereka. Maka dari itu, payment gateway sebagai salah satu layanan keuangan, harus punya izin dari BI terlebih dahulu. Tanpa izin tersebut, maka gateway tidak bisa diakses secara resmi.

Bank Indonesia merupakan regulator yang mampu memastikan suatu payment gateway layak digunakan dalam berbagai aspek. Jika gateway pilihan Anda punya status legalitas memadai, maka platform pembayaran berarti sudah mengikuti peraturan atau syarat legal. Pada sisi lain, payment gateway juga akan memberi laporan ke pihak regulator secara berkala.

Kejelasan dalam legalitas tersebut tentunya bisa memudahkan pelanggan dalam menggunakan layanan gateway. Mereka tidak akan ragu atau takut dalam mulai memakai layanan gateway pembayaran tersebut. Intinya, tanpa ada status izin legal dan resmi, maka payment gateway tidak cukup layak digunakan pelanggan.

Bagaimana Cara Tahu Payment Gateway yang Legal?

Memastikan payment gateway yang dipilih merupakan yang legal adalah hal penting bagi para pelaku e-commerce. Lalu bagaimana caranya mencari tahu mana penyedia layanan gateway tersebut yang berizin? Anda bisa mencari tahunya dengan mengunjungi situs resmi BI terlebih dahulu.

Dalam website tersebut, Anda bisa menemukan apa saja perusahaan-perusahaan yang dalam pengawasan BI tersebut termasuk perusahaan payment gateway. Jika payment gateway tertentu mempunyai izin resmi dari BI, maka mereka berkontribusi menyampaikan laporan ke BI.

Pelaporan tersebut dilakukan secara rutin sehingga bisa dipastikan sistem kerja gateway tersebut cukup aman. Tidak sebatas itu saja, payment gateway dengan izin resmi juga akan melalui prosedur audit misalnya sekali setiap tahunnya. Hasil dari audit tersebut akan disampaikan ke BI.

Maka dari itu, sangat penting mempertimbangkan aspek legal dalam penggunaan payment gateway. Kesalahan dalam memilih payment gateway bisa menyebabkan risiko keamanan dan risiko lain sebagainya.

Apa Dampaknya Jika Payment Gateway Tidak Punya Izin?

Tidak adanya izin dari penyedia payment gateway bisa dari pendaftaran yang tidak dilakukan di awal maupun jangka waktu izin yang sudah habis. Lalu apa tindakan Bank Indonesia sebagai pihak berwenang terhadap gateway yang tidak berizin tersebut? BI bisa berwewenang menyampaikan informasi teguran secara tertulis kepada pihak terkait.

BI juga bisa saja merekomendasikan pihak otoritas berwenang dalam menghentikan aktivitas usaha payment gateway tersebut. Tindakan lain yang mungkin terjadi yaitu pencabutan izin bisnis gateway dari otoritas berwenang. Dalam kasus ini, jasa layanan pembayaran merupakan bentuk jasa dalam bidang keuangan atau finansial.

Maka dari itu otoritas terkait dalam tindakan yang disebut di atas tidak lepas dari peran OJK. Jadi, OJK bisa diberikan rekomendasi dari pihak Bank Indonesia lalu dapat berwewenang menghentikan aktivitas usaha payment gateway. Pada kasus serius, perusahaan payment gateway bisa saja dicabut izin usahanya oleh OJK.

Itulah sanksi yang bisa didapatkan oleh penyedia payment gateway jika tidak punya izin resmi. Untuk melacak apakah penyedia gateway mempunyai izin yang berlaku, bisa dicek melalui laman web Bank Indonesia. Anda bisa mengetahui perusahaan payment gateway terkait telah berizin, dibatalkan izinnya atau dicabut melalui laman tersebut.

Apa Pertimbangan Lain dalam Memilih Payment Gateway?

Dari pembahasan di atas, kita bisa simpulkan aspek legal dalam penggunaan payment gateway itu sangat penting. Lalu apa pertimbangan lainnya dalam menentukan payment gateway?, simak beberapa poin berikut ini untuk lebih jelasnya:

– Pilih yang menyediakan sistem keamanan kuat

Sudah seharusnya suatu payment gateway mampu mengimplementasikan standar keamanan kuat. Banyak teknologi keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh gateway pembayaran ini. Misalnya saja sistem verifikasi address, keamanan kata sandi 3D, kode keamanan kartu, dan sebagainya.

Pastikan payment gateway pilihan anda sudah mematuhi setiap standar keamanan penting dalam industri layanan keuangan. PCI DSS merupakan salah satu standar yang harus anda pastikan sebelum memilih gateway pembayaran. Melalui berbagai aspek keamanan dia tas, maka transaksi pelanggan bisa sepenuhnya aman.

– Pilih payment gateway dengan beragam fitur yang sesuai kebutuhan bisnis

Pertimbangan lain adalah pastikan payment gateway yang Anda pilih punya fitur-fitur lengkap terutama yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Jika payment gateway punya fitur-fitur yang memadai, maka Anda bisa menjalankan operasional bisnis secara lebih optimal. Meski ada banyak fitur, tapi pastikan kembali performanya cukup cepat.

Pelanggan tentunya tidak suka jika menunggu berlama-lama agar transaksi mereka berhasil. Maka dari itu cek apakah payment gateway terkait unggul dari segi kecepatan sistem atau tidak. Fitur-fitur yang beragam tentunya sangat berpengaruh terhadap pengalaman pelanggan. Mereka bisa lebih mudah dan nyaman mengakses payment gateway jika fitur-fiturnya lengkap.

– Pilih yang menyediakan beragam metode pembayaran

Pertimbangan terakhir yang tidak kalah penting selain aspek legal dalam penggunaan payment gateway yaitu seputar metode pembayaran. Multi channel adalah keunggulan utama pada payment gateway berkualitas. Tiap pelanggan bisa saja punya preferensi cara pembayaran yang berbeda-beda.

Suatu payment gateway sudah seharusnya mampu menyediakan akses pembayaran melalui QRIS, transfer bank VA, dompet digital, dan sebagainya. Bervariasinya opsi channel pembayaran tersebut bisa mendukung pengalaman konsumen. Mereka bisa lebih leluasa dalam melakukan pembayaran pada platform bisnis Anda.

Dengan memilih payment gateway yang aman sistemnya, menyediakan ragam pembayaran, dan fitur lengkap, bisnis Anda bisa berjalan optimal. Paydisini bisa memberikan solusi integrasi optimal payment gateway dengan integrasi mudah, support 24 jam, dan pembayaran lengkap.

Anda tidak perlu khawatir seputar aspek legal dalam penggunaan payment gateway karena Paydisini legal dan resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *